English
Indonesian
 
         
 
 
 
     

Perkembangan Yoga Di India

Yoga secara umum diartikan adalah penyatuan, hubungan. Penyatuan Apa? Penyatuan yang di Maksud adalah penyatuan Sang Diri, yaitu Roh/ Atman yang ada pada diri kita dengan Sang Pencipta yaitu Tuhan Yang Maha Esa. Sehingga dalam kehidupan setiap mahluk hidup dilandasi oleh kesadaran keTuhanan dalam hidupnya. Sehingga mampu tercipta kedamaian di Jagat Raya ini. Yoga adalah praktik kehidupan, yang merupakan penerapan dari ajaran-ajaran Weda , yang mengandung ajaran penuntun kehidupan sampai evolusi sang Roh. Weda adalah whayu Tuhan kepada Para Rsi pada jaman lampau, yang disusun kembali oleh Maharesi Wyasa yang sering disebut Hyang Kresnadwipayana, dibantu oleh empat muridnya yaitu: Rsi Pulaha ( Paila) menyusun Rg Weda, Rsi Jaimini menyusun Sama Weda, Rsi Waisampayana menyusun Yajur Weda dan Rsi Sumantu menyusun Atharwa Weda. Tempat dan perkembangan ajaran ini adalah di Lembah sungai Suci Sindhu di Bhatarawarsa India. Secara umum ajaran Weda adalah membimbing kita untuk meyakini lima hal: 1. Brahman, percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa dan segala aspeknya. 2. Atman, percaya pada adanya Roh, yaitu jiwa yang menghidupkan segala mahluk. 3. Karmaphala, percaya akan adnya hukum sebab akibat dari segala perbuatan. 4. Punarbhawa, percaya pada penjelmaan , kelahiran kembali berulang-ulang. 5. Moksa, percaya akan adanya kebahagiaan abadi, bersatunya sang Roh dengan Tuhan Yang Maha Kuasa. Selanjutnya perkembangan ajaran Weda ini di India melalui empat Jaman: yaitu: a. Jaman Weda ( Tahun 2500 SM) Di mulai diajarkan pada Bangsa Arya dan selanjutnya disebarkan ke daerah lembah Gangga dan Yamuna, Pada jaman ini di pusatkan ajaran Yoga pada pembentukan Rasa Bhati pada Tuhan . Pemujaan dan kenaktiaan menjadi cirri utama pelaksanaannya. Manusia pada saat itu sangat menggantungkan hidupnya kepada kehendak Tuhan, bukan karena rasa takut , tapi karena rasa cinta atau bhakti yang mendalam. b. Jaman Brahmana ( Tahun 1000 SM) Pada Jaman ini, ajaran Yoga ditekankan pada ketulusan hati berkorman suci, Yadnya. Kormban suci di percaya akan membawa kekuatan gaib Tuhan untuk melindungi manusia dalam hidupnya. Sehingga timbulah berbagai bentuk upacara-upacara sesuai dengan kebutuhan dan situasi. Tujuannya tidak lain adalah untuk memvibrasi keseimbangan alam semesta. c. Jaman Upanisad ( Tahun 800 SM) Upanisad berarti Duduk dekat Guru. Pada jaman ini kegiatan yoga diajarkan oleh Guru-Guru suci, orang mulai mendekat pada guru untuk berlatih Yoga dan Spiritual, Memelajari Tuhan denga seluruh ciptaannya, melalui daya piker dan analisa sintesa. Manusia ingin memahmi dan mengerti apa itu Tuhan dan mengapa kita hidup, dan untuk apa? Sehingga manusia mengerti akan hakekat kehidupan di dunia ini. d. Jaman Tantrayana ( Tahun 600 SM) Pada jaman Tantrayana, manusia belajar yoga dipusatkan pada Peranan Sakti, manusia mendambakan kesaktian yang ada pada Tuhan, dan berharap supaya kesaktian itu diberikan pada manusia, sehingga berharap manusia memiliki apa yang ada pada Tuhan sehingga timbulah praktek-praktek Yoga dengan segala jenis cabangnya. Pada saat ini Siwa dan Sakti menjadi objek latihan. Perkembangan Yoga Di Indonesia. Penyebaran Yoga dari India ke Indonesia disebarkan oleh Maha Rsi Agastya dari Kasi, Benares India. Seterusnya sejarah perkembangan ajaran Yoga tidak bisa dipisahkan dengan sejarah kerajaan – kerajaan di Indonesia. Seperti:
1. Kerajaan Kutai , dengan Raja Mulawarman, anak dari Aswarman cucu dari Kudungga pada Tahun 400.
2. Kerajaan Tarumanegara, di Jawa Barat dengan Rajanya Punawarman, mencakup daerah Bogor, Jakarta dan Banten / lebak munjul tahun 400 – 500.
3. Kerajaan Kalingga, Jawa Tengah dengan Raja Perempuan Ratu Sima tahun 650.
4. Kerajaan Sriwijaya, Sumatra dengan Raja Hyang Sri Jayanasa tahun 684.
5. Kerajaan Mataram , Jawa Tengah dengan Raja Sanjaya tahun 732. 6. Kerajaan Kanjuruhan , Jawa Timur di Desa Dinoyo Malang, dengan Raja Dewasimha, tahun 760. 7. Kerajaan Isanawangsa, Jawa Timur dengan Raja Sindok, tahun 929 – 947. Raja Dharmawangsa tahun 991 – 1016, Raja Airlangga tahun 1019 – 1042, 8. Kerajaan Kediri , dengan Raja Terakhir Kertajaya, tahun 1042 – 1222. 9. Kerajaan Singhasari, Malang tahun 1222 – 1292, dengan raja mualai Tunggul Ametung, Ken Arok , Anusapati, Tohjaya, Ranggawuni, Kertanegara. 10. Kerajaan Majepahit tahun 1293 – 1528, dengan rajanya Kertarajasa Jayawardana, Jayanegara, Tribhuwanottunggadewi, RajasanegaraWikramawardhana. 11. Kerajaan Pajajaran, Cibadak Sukabumi, tahun 1521 – 1579, dengan Raja Terakhir Prabu Ratu Dewata.

 

Perkembangan Yoga Sampai Ke Bali.

Dalam Babad/sejarah Bali disebutkan Bali dan seleparang atau lombok sekarang, konon dalam keadaan mengapung itu kenapa Bali pada saat utu bernama Nusa Kambangan yang bearti Pulau yang mengapung. Dikisahkan pada saat itu, Hyang Pasupati seorang yogi besar dari Jawa Timur sangat kasihan melihat keadaan Pulau Bali yang sangat menyedihkan pada saat itu. Terus meditasi mohon Bantuan Bedawabgnala ( Kura-Kura Raksasa), Naga Ananta Boga kekuatan Kundalini dari Air , Naga Taksaka kekuatan Kundalini dari Udara dan Naga Basukih, kekuatan Kundalini dari Api, untuk memindahkan sebagian Gunung Semeru ke Pulau Bali, kini menjadi

Gunung Agung dan sebagian lagi di Pulau Lombok kini menjadi Gunung Rinjani, ini terjadi Tahun 89 masehi. Pada tahun 109 masehi Hyang Pasupati memerintahkan ke tiga anaknya pergi ke Bali, untuk menjaga keseimbangan dan keharmonisan Pulau Bali, yaitu: Betara Hyang Genijaya, yang tinggal di Gunung Lempuyang, sekarang Pura Lempuyang, Betara Hyang Putranjaya, tinggal di Gunung agung sekarang Pura Besakih, Betari Hyang dewi Danuh tinggal di Ulun Danu Batur, sekarang Pura Ulundanu Batur. Dengan kedatangan Beliau bertiga ini keadaan Bali mulai berangsur-angsur membaik. Kemudian disusul lagi dengan kedatangan Para hyang dari Jawa antara lain, Hyang Tenuwuh tinggal di gunung Batukaru sekarang pura Batukaru, Betara Manik Gumawang tinggal di Gunung Bratan Bedugul, Betara manik Galang di Pejeng, Betara Hyang Tugu di Gunung Andakasa, sekarang Pura Andakasa. Kemudian dikisahkan pula Rsi Markandya bertapa di daerah Demalung sekitar Gunung Dieng , dari sini beliau menuju ke timur dan bertapa di Gunung Raung Jawa Timur dengan di iringi 400 orang pengikut, lalu beliau pergi ke Bali untuk menyelamatkan Pulau Bali, beliu langsung menuju Gunung Agung , namun disayangkan semua anak buahnya Mati terserang penyakit. Oleh karena itu Beliau kembali lagi Ke Gunung Raung Jawa Timur, untu bertapa lagi. Dengan mengajak pengikut 800 orang beliau lagi ke Bali menuju Tohlangkir, sekaring disebut Besakih. Dalam Meditasinya beliau mendapat wahyu , harus menanam Panca Datu kalau ingin semua pengikutnya selamat. Panca Datu adalah bagaikan antenna yang ditanam untuk mengakses energy alam semesta agar tetap seimbang, di Bali budaya ini sampai sekarang tetap di lakukan. Setelah melakukan ritual ini, beliau melanjutkan perjalannan kea rah barat menuju wilayah Ubad yang sekarang diberi nama Ubud. Beliau terpikat dengan suasana daerah ini, sehingga beliau memilih wilayah ini sebagai tempat mulai menyebarkan Ajarannya. Pertama sebagai symbol asal Beliau, di daerah Taro utara Ubud beliau mendirikan Pura yang disebut Pura Gunung Raung, sama dengan nama Gunung di Jawa Timur. Sebelah selatannya beliau membangun tempat geryoga semadi, yaitu di daerah Payogan, yang dinamakan Pura Pucak Payogan ( ini tempat lahirnya Guru Made Sumantra). Dan di daerah Ubud Beliau mendirikan Pura Gunung Lebah, daerah Campuhan sekarang. Dan dikisahkan selanjutnya banyak lagi para Rsi dari Jawa datang ke Bali, untuk membantu spiritual dan kedamaian Bali. Semua Para Rsi Agung dari tanah Jawa menyebarkan ajaran Yoga ini, dan banyak aliran Yoga datang dengan berbagai latar belakang spiritualnya, seperti Hindu, Bhuda dan Shinto, Tao semuanya mengalami peleburan dan menyatu dengan Budaya Spiritual Bali, sehingga melahirkan Yoga yang unik yang desebut Yoga Bali Kuno. Penyebaran ajaran Yoga ini tidak lepas pula pengaruhnya atas perlindungan Raja-Raja di Bali seperti yang terjadi di Tana Jawa.
Seperti:
a. Sri Kesari Warmadewa, di Bedahulu , tahun 882 – 915.
b. Sri Ugrasena Warmadewa, Juga daerah Bedulu dan Tampak Siring, tahun 915 – 942.
c. Sri Candrabhaya Singha Warmadewa, tahun 942 -991.
d. Sri Dharma Udhayana Warmadewa, tahun 991 – 1018.
e. Sri Wardhana Markata Pangkaja Tunggadewa, tahun 1018 – 1049, di Gunung Kawi Tampak siring.
f. Sri Aji Hungsu, tahun 1049 – 1077, di Gunung Kawi Tampak Siring.
g. Ratu Sakalindhu Kirana, tahun 1077 – 1101, Gunung Kawi Tampak Siring.
h. Sri Suradhipa, tahun 1101 – 1119, Gunung Kawi Tampak siring.
i. Sri Jayasakti, tahun 1119 – 1150, Gunung Kawi Tampak Siring.
j. Sri Jaya Pangus, tahun 1150 – 1181, di pertapaan Dharmma Anyar.
k. Sri Hekajaya, tahun 1181 – 1200, Bedahulu.
l. Sri Dhanadhiraja, tahun 1200 – 1204, Bedahulu.
m. Sri Jayasunu, tahun 1204 – 1284, Bedahulu.
n. Sri Masula Masuli, 1284 – 1328, Bedahulu.
o. Sri Yapolung, tahun1328 – 1343, dan akhirnya kerajaan Bali di Serang oleh Majapahit, dengan Gajah     Mada sebagai Janji Sumpah Palapanya.
p. Dalem Ketut Kresna Kepakisan, 1352 – 1380, Bali dalm keadaan goyah setelah dikalahkan oleh Gajah     Mada, akhinya Gajah Mada menobatkan Dalem Ketut Kresna Kepakisan Menjadi Raja.
q. Dalem Ketut Smara Kepakisan, Tahun 1380 – 1560, Gegel , kelungkung.
r. Sri Waturenggong, Tahun 1458 – 1550, pada saat ini datanglah Dahyang Niratha dari Majepahit, menyebarkan ajaran Yoganya kembali. Sampai ke wilayah Lombok dan Sumbawa. Dan beliau dibuatkan Asram di Desa Mas , Ubud.- bali. Dan beliau mendirikan Pura-Pura di Bali seperti : Pura Purancak dan Rambut Siwi di Negara, Pulaki dan Pojok Batu di Buleleng, Tanah Lot di Tabanan, Peti tenget di Kuta, Ulu Watu Badung, Pura air Jeruk di Mas Ubud, Pura Batu Klotok. Di Kelungkung, Selanjutnya datang Hyang Dwijendra dan Asthapaka, juga menyebarkan ajaran Yoga Budha Mahayana beliau tinggal Pulau Serangan datang dari Blambanagan . Jawa Timur. Puranya adalah Sakenan dan selajutnya tinggal di Karang Asem Budha Keling. Dan sampai saat ini Rakyat Bali masih desiplin dan taat pada ajaran-ajaran yang diberikan oleh leluhurnya terdahulu.

   
   
   
©2007 Balinese Yoga. All rights reserved. transcend design